Secara umum ada dua metode untuk menyambung pipa tembaga baik untuk disambungkan ke pipa tembaga lainnya atau ke keran (valve). Kedua metode tersebut adalah Brazing (pengelasan) dan Flaring. Untuk informasi lebih lengkap mengenai metode brazing silahkan klik link ini. Pada post kali ini kami akan membahas metode yang kedua, yaitu Flaring.
Apa itu metode flaring?
Arti pada kata FLARING sendiri adalah “memekari”, maka metode ini secara singkat memerlukan pipa yang dimekarkan.
Metode Flaring ini biasanya dicapai dengan menggunakan alat khusus yaitu Flaring tool (Gambar 1a). Flaring tool terdiri dari dua bagian yaitu, alat jepit dan alat memerkan pipa.
Cara memekarkan pipa
- Pipa dijepit pada lubang yang sesuai ukurannya. Langkah ini dilakukan untuk menghindari pipa bergerak saat proses flaring.
- Jika sudah dijepit, mulailah memekarkan pipa secara perlahan.
Perlu diperhatikan tenaga kita saat proses ini karena jika terlalu kencang maka dapat merusak pipa.

Pipa yang sudah di mekarkan akan terlihat seperti gambar dibawah ini (Gambar 1b). Perlu di ingat, nut harus dimasukkan terlebih dahulu sebelum memekarkan pipa. Nut tersebut berfungsi sebagai pengunci dalam sambungan flaring (flaring connection).

Pemakaian pipa yang sudah dimekarkan
Jika ingin menyambung ke pipa lain, fitting yang digunakan adalah ‘Dobel Nepel Flaring’ (Gambar 1c). Untuk menyambung menggunakan cara ini, kedua pipa harus dimekarkan.

Untuk pipa yang ingin disambungkan ke valve ataupun barang lainnya, fitting yang digunakan adalah ‘Male Connector Flaring’ (Gambar 1d). Untuk mempermudah kami anjurkan memasang Male Connector kepada Valve/Barang lainnya terlebih dahulu.

Keunggulan dan Kekurangan
Keunggulan utam dari metode flaring adalah kecepatan dan kemudahannya. Pemasang/teknisi dapat mengerjakan pemasangan pipa dengan mudah dan cepat, hanya modal alat flaring saja. Terlebih dari itu, koneksi flaring dapat lebih mudah untuk di lepas-pasang saat dibutuhkan, misalnya saat maintenance/perbaiakan.
Namun, koneksi flaring tidak luput dari kemungkinan adanya cela mikroskopik yang dapat menyebabkan kebocoran pada jalur pipa.



